Awal Maret 2017 kemaren adalah pengalaman pertama saya memancing dilaut dengan menyewa kapal nelayan. Saya sendiri sebenarnya tidak terlalu hobi memancing, namun karena ajakan teman yang sudah biasa memancing dan saya hanya duduk manis saja karena semua alat sudah komplit tinggal jalan saja.

Mobil Ford Ranger yang kami tumpangi berangkat dari Rajabasa menuju Dermaga Ketapang. Sebelum sampai Dermaga atau Pelabuhan Ketapang ada 2 tempat yang kami singgahi, yang pertama adalah Toko Alat Pancing di daerah Teluk Betung. Tiga alat pancing yang dibawa di cek ulang, membeli 2 kg timbal atau pemberat, membeli pancing baru dan salah satu alat pancing harus ganti senarnya.

Tempat yang kedua adalah Gudang Lelang Lempasing dimana kami membeli pakan untuk memancing berupa 1 kg Cumi-cumi dan 2 kg udang segar. Dua jenis pakan ditaruh dalam box gabus/steroform yang sudah diisi Es Balok bercampur minuman soda dan air mineral.

Mampir di Toko Pancing Wilayah Teluk Betung
Dermaga atau Pelabuhan Ketapang adalah sebuah terminal kapal-kapal kecil milik nelayan untuk melaut atau memancing dan ada juga kapal kecil khusus untuk penumpang mungkin bisa dibilang Angla (Angkutan Laut). Disana juga terlihat kapal-kapal milik dinas perhubungan laut.

Dilokasi Dermaga Ketapang seperti pelabuhan pada umumnya, terdapat lahan parkir yang cukup luas dipingir laut yang dibuat dari beton yang di cor. Dilihat dari banyaknya kendaraan yang parkir di Dermaga Ketapang para wisatawan yang datang sebagaian besar berwisata kepulau-pulau yang letaknya tidak terlalu jauh dari Dermaga Ketapang karena masih terlihat jelas dari pandangan mata.
Selain wisata kepulau-pulau terlihat juga kelompok-kelopok wisatawan yang membawa peralatan lengkap untuk menyelam.

Dermaga 4 Ketapang Pesawaran - Lampung

Dermaga Ketapang mungkin dulunya adalah pelabuhan kecil milik nelayan lokal yang kemudian dikembangkan oleh pemerintah daerah karena tempatnya yang strategis dekat dengan jalan raya.
Di sekeliling dermaga warung-warung warga lengkap menyediakan kebutuhan para wisatawan dari makanan, WC umum, oleh-oleh/cindramata, tempat ibadah, dan toko-toko penyewaan peralatan menyelam serta alat keselelamatan dilaut seperti jaket pelampung dan lain-lain.

 Akses Menuju Dermaga 4 Ketapang
Lokasi wisata Pantai Ketapang berada digaris pantai populer di lampung tepatnya di Kabupaten Pesawaran. Dari Bandar Lampung tepatnya Kecamatan Rajabasa dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 2 jam perjalanan dengan kepatan 40-60 km/jam.

Untuk masuk ke Dermaga Ketapang kita hanya di pungut biaya parkir kurang lebih Rp. 5.000 untuk sekali parkir (bisa seharian). Nah untuk menyewa satu kapal nelayan plus juru mudi atau nahkodanya saya kurang tahu persis karena teman yang mengurus semuanya.

Tahun Baru Masehi bagi sebagian orang adalah hari yang spesial dan perlu dirayakan namun hal itu tidak bagi saya pribadi. Awal tahun  2017 adalah hari biasa seperti hari libur pada umumnya.
Sore hari tanggal 31 Desember 2016 saya dihubungi paman dari istri saya diajak ikut kepantai untuk ngangkut saudara-saudara lainnya, karena memang tidak ada acara saya terima saja ajakan paman berlibur ke pantai mana saya juga tidak tau.

Komunikasi awal dengan paman yang pekerjaan nya sebagai suplayer bangunan spesialis angkut urug atau angkut tuang (tukang jalan-jalan) tentang target lokasi bersantai dipantai hanya mengarahkan tujuan di pinggir laut antara PT. Bukit Asam sampai tarahan yang tidak terlalu ramai.
Setelah melawati daerah Panjang kendaraan pagi itu sudah terlihat padat apalagi di pintu masuk Tempat Wisata Pantai Pasir Putih, terlihat banyak aparat mengatur lalulintas.
Wisatanya Pantai Bahari Sebalang
Tentang Objek Wisatanya Pantai Bahari Sebalang
Info awal lokasi wisata pantai yang dituju masih alami tidak ada pengelolaan tempat wisata, jadi kami sepakat menyiapkan konsumsi sebelum masuk kelokasi membeli beberapa ikan mentah untuk dibakar dan juga ikan yang sudah dibakar. Membeli beberapa dus air mineral dan makanan kecil lainnya.
Lokasi wisata pantai ini bernama Pantai Bahari Sebalang, pengelolaannya seperti yang tertera pada tiket masuk adalah Badan Usaha Milik Desa Kecamatan Katibung Kabupaten Lampung Selatan.

Pantai ini masih alami, sepanjang garis pinggir laut mungkin sekitar 2 km lebih  berbeda-beda, ada yang bebatuan karang curam, bebatuan landai, tempat bersandar kapal nelayan, berpasir putih landai dan pantai yang berpasir dengan background pepohonan hidup.

Akomodasi di Pantai Bahari Sebalang
Fasilitas wisata di Pantai Bahari Sebalang masih sangat terbatas seperti tempat mandi bilas apa adanya, tempat parkir kendaraan belum ada, jajanan makanan belum ada (ada penjual keliling), penyewaan ban untuk berenang ada namun terbatas.
Dan yang paling penting tempat ibadah juga kagak ada.

Akses Menuju Pantai Bahari Sebalang
Lokasi wisata ini mungkin sekitar 1,5 km dari jalan utama tanjakan tarahan. Jika dari Bandar Lampung kita lewat jalan lintas sumatera kemudian setelah sampai tanjakan tarahan sebelum pos polisi yang ada mobil ringsek dipajang belok/masuk simpang sebelah kanan jaraknya sekitar 1,5 km sampai lokasi.

Tiket ( Harga tiket masuk, biaya parkir, biaya wahana dll )
Tiket atau karcis masuk ke pantai ini cukup murah antara lain :
  1. Mobil                Rp. 10.000
  2. Motor               Rp.    5.000
  3. Orang Dewasa Rp.    5.000
  4. Anak-Anak      Rp.    3.000
Tiket Masuk Pantai Bahari Sebalang
Namun jika kita masuk rombongan dalam mobil isi banyak bisa dinegosiasi, yang perlu anda perhatikan jika berkunjung adalah petugas parkir yang tak ada tarifnya (seperti pemalak) jadi keamanan dan kenyamanan saya rasa sangat minim.
Biaya untuk mandi bilas Rp. 5.000 dengan kamar masal untuk laki-laki dan kondisinya apa adanya.

Jika sobat-sobat traveler masih suka yang wisata alamiah mungkin lokasi Wisata Pantai Bahari Sebalang bisa anda coba, Murah, Meriah dan Menegangkan. 

5
Lewat media group Wisata Lampung di facebook, admin blog mencoba menyapa kawan - kawan komunitas pencinta Wisata Lampung ternyata Ada sedikit cerita dari kawan kita mas Abhe D Jethro katanya bulan kemaren habis ke pasir putih & pulau condong, dari komentarnya tidak banyak informasi yang di dapat, tetapi lewat sedikit dokumentasi via facebook (sudah diizinkan mengambil foto-fotonya) kita bisa melihat keadaan sekarang tentang Wisata Pasir Putih dan Pulau Condong.
Dokumentasi











Taman Purbakala Pugung Raharjo secara administratif terletak di Kecamatan Sekampung Udik, Lampung Timur. Situs ini terletak pada koordinat 50 18’ 54” LS dan 1050 32’ 03” BT serta berada di ketinggai
n 80 M di atas permukaan laut. Situs ini ditemukan pada tahun 1957. Daerah ini baru dibuka oleh Pemerintah Belanda dengan menempatkan para transmigran asal Pulau Jawa pada tahun 1954. Tempat ketinggian yang subur ketika itu oleh transmigran Jawa ini diberi nama pugung (dataran tinggi) raharjo (subur, makmur, kaya, sejahtera).

Setelah ditemukan, situs ini ditindaklanjuti dengan penelitian pada tahun 1968, dan pada akhirnya disimpulkan bahwa situs ini memiliki luas ± 25 ha.

1
Pernahkah anda menyantap nikmatnya daging belut yang kata orang mempunyai nilai gizi lebih dibanding ikan biasa, menurut saya itu mungkin kelebihan dari si belut yang mempunyai wujud sedikit menggelikan bagi sebagian orang.

Biasanya kita mendapatkan belut dengan cara beli kepada pedagang ikan keliling atau ditempat-tempat tertentu seperti dijalan raya arah Kabupaten Pringsewu didaerah persawahan Kecamatan Gading rejo, belut-belut itu dijajakan sepanjang jalan dan dikemas dalam buntelan/bungkus plastik.

Kata pedangang yang pernah saya tanya, belut-belut itu bukan dari hasil budidaya tetapi hasil dari memasang bubu/semacam alat keranjang penangkap belut. Selain dengan mengunakan bubu cara menangkap belut tradisional adalah dengan memancing.

Memancing belut juga berbeda dengan cara memancing ikan, itu karena tempat/sarang belut berbeda habitatnya dengan ikan. Karena belut tinggal didalam lupur dibawah pematang sawah maka memancingnya seperti yang terlihat didalam video diatas.

Komunitas Blogger Lampung (http://seruit.com) seruiter’s mendapatkan undangan kehormatan dari PT XL Axiata, Tbk untuk mengikuti event yang bertema “XL Network Rally”. Undangan itu hanya untuk tiga orang perwakilan dari Komunitas Blogger Lampung yang diwakali oleh Gerry Sugiran A.S, Sony Ferbangkara dan Harno Bhimantoro. Rencana event ini akan berlangsung dari tanggal 6 - 7 Agustus 2010 dan berakhir di semarang.

Tepat pukul 15.00 Wib kami bertiga berangkat dari kampus hijau Universitas Lampung dan berkumpul di Gerai XL Bandar Lampung. Disana mobil kijang inova dan Pak Bernard perwakilan dari pihak XL serta dua pak sopir yang siap mengantar sudah menunggu. Setelah berkenalan dan sedikit koordinasi kami langsung berangkat berlima.

Perjalanan menyusuri jalan Lintas Sumatra yang sudah mulus tanpa hambatan kita dapat menikmati pemandangan alam perbukitan, pertokoan jajanan dan oleh-oleh Lampung. Akhirnya mendekati pelabuhan bakauheni kami berlima sepakat mampir ke rumah makan persiapan dalam perjalan laut yang memakan waktu kira-kira 3 jam perjalanan.

Selesai makan tepat pukul 18.00 Wib kami langsung melanjutkan perjalanan menuju dermaga 3 sesuai arahan pegawai pelabuhan. Sesampainya dikapal kami tetap tinggal didalam mobil karena diluar ternyata cuacanya lebih panas. Untuk mengusir kebosanan dalam perjalanan kami mengeluarkan Laptop dan nonton film bersama hehehe, perjalanan yang menyenangkan...

Kisah ini adalah episode lanjutan dari Kisah Memancing Ikan, dimana kalau dulu saya memancing ditengan kebun durian yang belum berbuah. Nah sekarang, kebun itu sedang berbuah raya. Dan ternyata dikebun tersebut bukan hanya buah durian saja, tetapi ada juga buah duku, manggis dan juga buah kakau.

Siang itu sebuah pesan singkat (SMS) masuk di hanphone ku, isi pesan itu menanyakan kabar dan juga berisi suatu ajakan untuk memenuhi undangan kawanku Yudi Novriansyah si anak pemilik Kolam Ikan dan Kebun Durian. Kabar itu disampaikan oleh kawan kuliah yang sudah lulus duluan dan sudah lama sekali tidak bertemu, undangan itu ditujukan untuk teman - teman lama agar dapat berkumpul untuk bernostalgia sambil menikmati buah durian yang lagi musim raya.

Kebetulan saat itu ada juga kawanku yang berasal dari Bengkulu tepatnya kota Rejang Lebong sedang singgah ke Lampung menuju Jakarta. Akhirnya dari empat kawan yang aku hubungi cuma satu orang yang bisa ikut si Putra Sonik dari Bengkulu.

Perjalan menuju Desa Slusuban dari Unila memerlukan waktu sekitar satu jam, sebelum akhirnya berhenti dipasar deket rumah kawanku dikarenakan hujan lebat. Sebelu Magrib tiba hujan mulai reda dan perjalananpun dilanjutkan, akhirnya sampai dirumah kawanku.

Setelah sholat magrib dan makan malam kami bersiap-siap menuju kebun durian yang letaknya sekitar 3 km dan kondisi jalan naik turun berliku licin karena habis hujan masih untung jalan itu dilapisi batu onderlagh sepertinya program PNPM Mandiri.

Pesta Durian kali ini adalah ditengah kebun di sebuah gubuk kokoh bertingkat, menikmati suara binatang malam sambil menenggguk kopi instan, bermain gaple sambil bercerita kisah lama, dan memasang pendengaran menunggu Durian Jatuh. Jika terdengar ada yang Jatuh maka segera disenterin sekitar pohon dan sambil waspada buru-buru mengambil takut kejatuahan.

Tak terhitung lagi berapa buah yang dimakan, ketahuan pagi-begitu banyak bekas kulit yang dikupas, tak lupa juga membawa pulang untuk oleh-oleh kawan yang tak sempat datang.

Terima Kasih Kawanku atas Undangan & Jamuanmu.

Bandar Lampung, 03 Januari 2010


[satriamadangkara]
Harno Bhimantoro


Dokumentasi











* Kawanku :
Yudi Nopriansyah (Eduy), Diaji Andi dan Putra Sonik.

6
Gunung Betung adalah sebuah bukit yang tidak terlalu tinggi dan juga tidak bisa dibilang sebuah gundukan tanah. Gunung Betung nama itu sudah pasti dikenal oleh orang-orang yang suka mendaki gunung di Lampung. Letak Gunung Betung dahulu adalah di Kabupaten Lampung Selatan - Tanggamus dan sekarang menjadi Kabupaten Pesawaran.

Banyak kisah dan kenangan yang tersimpan di Gunung Betung, sejak masa SMA pertama kali mendakinya hingga masa kuliah masih terus mengulangi untuk mendakinya dan bernostalgia bersama sahabat - sahabat abadiku.

Mendaki Gunung Betung bukanlah suatu prestasi yang bisa dibanggakan, tetapi bisa mendaki berulang-ulang dengan sahabat senasib dan sepenanggunang adalah suatu kesempatan yang tidak ternilai harganya.

Gunung Betung yang sekarang tidaklah perawan lagi, Kau telah dijamah tangan-tangan manusia bahkan mesin-mesin yang mengotori bumi yang memecah kesunyian.
Kondisi Sekarang :
  1. Basecamp (Pos) atau rambu-rambu pendakian sudah tidak ada lagi.
  2. Kendaraan Roda Dua (Motor) bisa naik ketatas air terjun.
  3. Warung Emak bawah masih ada dagangan lengkap (kek minimarket .. hehe).
  4. Diatas ada juga warung Emak kedua, bisa titip motor disana biaya Rp 20.000 semalem.
  5. Dan masih banyak lagi perubahan disana, tidak banyak lagi rumah gubuk disana.
Perlengkapan Naik Gunung Betung :
  1. Peralatan usahakan disiapkan sendiri selengkapnya.
  2. Tidak ada izin - izin lagi seperti dulu, tetapi klo pas sedang rame biasanya ada petugas dadakan dan memungut tarif Rp 2000 per orang.
  3. Sediakan Logistik secukupnya, disana bukan pendakian sejati tetapi seperti camping refreshing.
  4. Cuaca sangat menentukan kenyamanan, musim hujan adalah waktu yang sangat tidak cocok, musim kemarau adalah yang paling cocok.
DOKUMENTASI

















Siapa yang tak suka makan ikan? semua pasti suka. Tapi memang ada lho yang tak mau makan ikan bukanya mereka tidak suka, tetapi mereka alergi (efek samping seperti gatal-gatal atau kulitnya merah-merah bercak2) jika nekat memakan mahluk nikmat ini.

Dulu aku sangat kranjingan sekali dengan binatang satu ini, waktu kecilku dikampung sering dimarahi orang tua karena nekat mencari ikan ditempat2 angker, lagi musim hujan banyak petir, pulang magrib gak dapet ikan, badan bau amis, baju kotor abis dan bayak alasan yang digunakan untuk melarang hobiku memancing untuk dapat makan dengan ikan.

Silaturahmi membukakan rizki ternyata sunah Rosul yang satu ini benar adanya. Banyak kawan pasti banyak peluang apapun bentuknya, bisnis, rejeki, kesenangan dan juga jodoh hehehe dan masih banyak lagi.

Kemaren ketemu kawan lama dan kebetulan lokasi kampung kawanku ini tidak terlalu jauh dari Kota Bandar Lampung, tepatnya deket Kecamatan Panjang desa Slusuban namanya. letaknya diatas bukit namun dapat dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Nah, dikampunya ternyata dia mempunyai Kolam ikan yang lumayan banyak dan luas. Setelah ngobrol ngalor-ngidul sepakat dia mengajaku memancing dikolamnya itu.

Waw .... kata itu yang pertama keluar setelah melihat suasana dalam perjalanan menuju Desa Slusuban, indah sekali bisa melihat pemandangan laut dan pelabuhan Pajang dari atas Bukit. Apalagi setelah sampai didesanya, lokasi kolam ada dua tempat satu di depan rumahnya (sebrang jalan) dan satunya ditengah kebun buah Durian, mangis dan duku, wah sayang saat itu belum ada yang buah atau belum musim buah. Suatu saat pasti akan kesini lagi pas musim buah hehehe.

Hal - hal kecil berkunjung ke tempat kawan lama dan menikmati suasana yang berbeda adalah refleksi / rilexsasi yang otomatis akan membuat kita lebih nyaman dan terhibur.

Bandar Lampung, 8 September 2007
satriamadangkara


[Harno Bhimantoro]

Persiapan yang Aku Lakukan :

  1. Bawa Kendaraan Sendiri
  2. Membawa Pancing (Pinjem pancing yang bagus)
  3. Bawa pakan atau umpan yang paling disukai ikan
  4. Bawa Kamera
  5. Bersikap ramah pada penduduk kampung

DOKUMENTASI

Rumah Kawan Ku

Pancing dan Pakan yang digunakan

Suasana Kolam ditengah kebun buah

Kolah didepan rumah

Pemandangan dari atas bukit dalam perjalanan

Kendaraan menuju lokasi




Lampung adalah kota wisata yang menarik, mulai dari wisata pantai putih, taman nasional Way Kambas, wisata kuliner, berbagai kerajinan tangan dan peninggalan sejarahnya.

Sebagai sentra hasil bumi berupa jagung, kopi, cengkeh dan kelapa sawit, ditunjang pula potensi budidaya lautnya, menjadikan Lampung kota bisnis yang berpotensi untuk berkembang pesat. Bahkan bisnis jagung di Lampung sering dijadikan barometer bisnis Jagung Nasional.

'Amalia Hotel', nyaman, hangat & bersahabat, hadir dengan visi menjadi hotel bisnis pilihan demi peningkatan kualitas hidup masyarakat di Bandar Lampung.

Sebagai hotel dengan fasilitas layaknya hotel berbintang 3 dan berlokasi di tempat yang strategis di kawasan bisnis pusat kota Lampung, 'Amalia Hotel' berkomitmen menyediakan fasilitas yang memadai, bersih, aman & nyaman serta pelayanan yang tulus bagi tamu dan mendukung program kerja terkait ramah lingkungan.

Hotel modern-minimalis ini menawarkan berbagai jenis kamar, yaitu Standard, Superior, Superior Patio, Deluxe, Deluxe Garden, Family, Suite, Executive Suite & Penthouse. Dan juga menyediakan fasilitas Driver Room, Meeting Room, Restaurant & Cafe, Roof Top, Fitness Center, Spa & Refleksi, Free Wi Fi, Laundry, serta Airport pick up service, menjadikan 'Amalia Hotel' pilihan tepat untuk bisnis & tour Anda.

2


Resort pantai ini terletak dikota Kalianda Kabupaten Lampung Selatan, merupakan resort alam pantai dengan fasilitas tersedia berupa family cottage dilengkapi dengan dapur dan perlengkapannya (kitchen ware, dining table,dll).

Cottage-cottage berarsitektur sumatera bagian selatan dengan ciri khas ruangan yang luas dan terbuka terutama pada beranda. Sebuah rumah makan tersedia bagi pengunjung menyediakan makanan ringan dan sea food. Setiap cottage terdiri dari 2 kamar dan 4 tempat tidur di bangun dengan konstruksi kayu. Letak pantai menghadap ke selatan Teluk Lampung dengan latar belakang pulau-pulau termasuk gugusan krakatau. Laguna Helau hanya berjarak 30 Km dari Bakauheni atau 57 Km dari kota Bandar Lampung.

Sumber :
* http://visitlampung.net
* http://www.skyscrapercity.com [=NaNdA= ]

5
Durian adalah nama tumbuhan tropik yang berasal dari Asia Tenggara, sekaligus nama buahnya yang bisa dimakan. Nama ini diambil dari ciri khas kulit buahnya yang keras dan berlekuk-lekuk tajam sehingga menyerupai duri. Varian namanya yang juga populer adalah duren. Orang Sunda menyebutnya kadu. Nah, kalau orang jawa yang lahir dan tinggal di lampung nyebutnya tetep duren, kalau orang lampung asli menyebutnya durien lemak nian dengan dengan logat khas dialek api atau nyow.

Tumbuhan dengan nama ini bukanlah spesies tunggal tetapi sekelompok tumbuhan dari marga (genus) Durio. Nama ilmiah durian komersial adalah Durio zibethinus. Jenis-jenis durian lain yang dapat dimakan dan kadangkala ditemukan di pasaran setempat di Asia Tenggara meliputi D. kutejensis (lai), D. oxleyanus, D. graveolens (durian kura-kura atau kekura), serta D. dulcis (lahong).

Warna buahnya berbeda-beda dari hijau kekuning-kuningan, dan mempunyai bentuk dari bujur hingga bundar. Kulit buahnya bersabut dan permukaannya dipenuhi sudut-sudut tajam ("duri"). Buah mengeluarkan bau yang kuat dan khas. Bagian buah yang dapat dimakan adalah salut biji yang berwarna kekuningan, yang melindungi bijinya.

Banyak orang menganggap buah durian sebagai buah yang enak. Masyarakat sering menyebutnya "raja buah-buahan". Akan tetapi sebagian orang tidak tahan akan baunya dan menganggapnya berbau busuk. Richard Sterling (dalamThe Travelling Curmudgoen) mengatakan: "baunya mirip sekali dengan kotoran babi, terpentin dan bawang, dan dihiasi dengan kaos kaki kotor dari lapangan olah raga. Baunya tercium dari jauh." Ada juga yang menggambarkan bau durian seperti bau yang keluar dari truk sampah.


Setiap orang mempunyai caranya sendiri dalam memilih buah durian terbaik. Masing-masing orang percaya bahwa cara pemilihannya dapat menghasilkan buah terbaik.

Durian adalah buah musiman yang dulunya dipanen sekali setahun. Sekarang panen durian dapat dilakukan hingga dua kali setahun. Hal ini meningkatkan persaingan di antara para penjual eceran.

Memilih buah yang tepat amat penting apabila penjual menjual buah sebagaimana adanya, tanpa boleh dibuka. Sekarang penjual umumnya mau membuka buah untuk membuktikan isinya. Dengan cara ini, keahlian dalam memilih pun menjadi kurang penting.

Orang dapat memilih durian dengan mudah di kebun. Buah dari pohon yang sama umumnya mempunyai ciri-ciri yang serupa. Lazimnya buah di kebun dibiarkan masak dan jatuh dari pohonnya ("jatuhan").

Pemilihan buah di luar kebun lebih rumit. Berikut ini adalah sebagian dari pedoman seleksi yang dapat digunakan:

* Kesegaran buah dapat ditentukan dari tangkainya. Apabila buah telah jatuh dari pohon, tangkainya akan mulai mengering. Penjual yang tidak jujur akan mencoba untuk membalut atau mengecat tangkai untuk menghalangi pembeli mengenali kesegarannya. Penjual yang kurang pintar mungkin malah akan membuang tangkai durian.

* Kebanyakan peminat menggemari buah durian yang kering dan matang. Sebuah cara mudah untuk mengetahui apakah isi durian itu kering tanpa membuka buah adalah dengan menggoncangkan buah dan merasakan getaran kecil. Isi durian yang lembap melekat pada kulit buah. Isi durian yang kering cenderung untuk berpisah dari dinding buah. Orang mestilah berhati-hati agar tidak tergores oleh duri buah durian ketika melakukan ini.

* Durian mungkin diserang oleh ulat perusak yang bertelur di dalam buah yang berkembang menjadi larva. Ketika membeli buah durian pembeli harus menghindari buah yang berlubang pada kulitnyanya karena sering kali ini merupakan tanda adanya "ulat" di dalam buah.

Bagi temen - temen yang mau maen ke lampung nih saatnya menikmani perjalanan sambil merasakan durian lampung, tempoyak khas lampung.

8
Bendungan Batu Tegi, ini adalah kunjunganku sekitar dua tahun yang lalu. Dulu sebenarnya Justify Fullkedatanganku ke Bendungan Batu Tegi ini bukan untuk berwisata atau rekreasi, tapi karena obsesiku ingin mempunyai sebuah kebun dan katanya ada orang yang akan menjual kebunnya maka aku mencoba melihatnya siapa tahu cocok, eh akhirnya kebun ngak ku dapat hanya sepenggal cerita dan kenangan pernah kesana yang mungkin bisa ku bagi.

Bendungan Batu Tegi diresmikan oleh Prisiden Megawati Soekarno Putri pada tanggal 8 Maret 2004, wah sekitar empat tahun yang lalu dan pengerjaannya memakan wak tu sekitar delapan tahun. Bendungan itu memang besar konon terbesar di Asia Tenggara aku sih percaya aja, karena seperti yang aku lihat bendungan itu memang cukup besar yaitu menyatukan dua bukit yang cukup tinggi dan air yang menggenang menengelamkan bukit-bukit kecil yang terletak di sebelah hulu bendungan. Diatas bendungan adalah jalan beraspal yang cukup lebar sekitar 10 m lengkap dengan trotoar, pot bunga, lampu jalan dan pagar pembatas.

Pada saat itu saya bertemu salah satu penjaga piket yang sedang bertugas, saya sempat bertanya tentang monumen daftar nama korban kecelakaan pada saat pembangunan bendungan itu. Total jumlah nama korban yang terukir dimonumen itu ada 13 orang. Ke tiga belas korban itu tewas saat mengerjakan sebuah terowongan pembuangan air yang sangat besar berdiameter puluhan meter dan panjangnya ratusan meter kebawah, mereka terimpa alat pengecor semen seberat puluhan ton, kata penjaga bendungan itu. Aku ngeri mendengarnya apa lagi kalau melihat langsung terowongan itu, seperti ada daya magisnya yang menyerap.

Dibalik kisah seram proses pembangunannya, bendungan batu tegi merupakan salah satu tempat wisata yang menawarkan pemandangan yang indah, wilayah area bendungan sangat luas luar biasa. Sejak masuk di gerbang dekat jalan utama sampai ke area bendungan banyak pemandangan yang dapat dinikmati. Ketika kita berada dia atas bendungan dan melihat ke bagian hulu ( atas ) kita serasa melihat lautan yang luas, dan ketika kita melihat kebawah kita dapat melihat tangga, kantor dan mesin pembangkit listrik begitu kecilnya.

Dokumentasi















Sahabat - Kawan - Saudara - Blogger yang Mulia, Ayo siapa punya cerita?

Mari berbagi Informasi Tempat Wisata Lampung yang pernah dikunjungi :
  1. Caranya tuliskan link blog Anda atau isikan di kotak komentar pengalaman pribadi ASLI dan bukan hasil copy paste artikel orang lain.
  2. Agar pengalaman Anda lebih bercerita sertakan Foto hasil wisata Anda bisa diletakan link gambar blog Anda
  3. Atau kirim via e-mail : wisataonline@gmail.com.
  4. Informasi Anda adalah amal yang abadi, karena memberikan pencerahan bagi orang lain.

Bukalah hatimu, rendahkanlah Egomu ..
Maka mengalirlah Amal dan Ilmu...
Untuk mu.

Dengan berbagi cerita..
Apa yang kau dapat?

Ceritamu tak akan berkurang
Tetapi Kau akan slalu dikenang...
Powered by Blogger.